Boyolali (17/04/2026). Produktivitas Pertanian menjadi sektor penting dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia. Untuk itu, diperlukan sumber daya manusia di sektor pertanian yang cakap serta responsif dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian. Di sisi lain, kondisi cuaca yang tidak menentu disertai serangan hama penyakit yang belum sepenuhnya terkendali, menyebabkan budidaya pertanian mempunyai resiko gagal panen yang cukup besar. Mengantisipasi hal tersebut, tanggal 17 April 2026, Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali menggandeng PT. Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) mengadakan kegiatan literasi Asuransi dan manajemen risiko yang bertempat di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 50 peserta yang terdiri dari perwakilan Kelompok Tani Kecamatan Sawit, Banyudono, Sambi, Simo, Ngemplak, Mojosongo, Teras Nogosari, Andong, dan kecamatan Klego beserta Penyuluh Pertanian pendamping. 

Kepala Dinas  pertanian Boyolali, Bapak Suyanta, SP., MM dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada PT. Jasindo atas inisiatifnya dalam mendorong perlindungan petani melalui penerapan asuransi. Di tengah-tengah ancaman perubahan iklim, keberadaan asuransi pertanian menjadi hal yang penting, agar petani lebih tenang dalam melakukan budidaya pertanian. Beliau menambahkan, Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali telah mendorong pelindungan petani melalui dua mekanisme. Pertama  Pelindungan Tradisional dimana petani dilindungi dengan cara mengalokasikan anggaran khusus untuk pengendalian bencana pertanian dalam bentuk pupuk bersubsidi, bantuan bibit/ benih, obat/ pestisida/ insektisida dan alat mesin pertanian (ALSINTAN). Yang kedua melalui skema asuransi dimana petani dilindungi dengan bantuan premi asuransi. Asuransi pertanian bertujuan untuk menghindarkan petani dari kerugian yang menyebabkan penurunan hasil yang disebabkan oleh bencana alam, hama dan penyakit. 

Bapak Made Ary Januadana selaku Manager Asuransi PT. Jasindo, menyampaikan bahwa asuransi merupakan bagian dari perlindungan petani dalam menghadapi resiko usaha pertanian. PT. Jasindo mempunyai 5 produk asuransi yaitu:

  1. Asuransi Pertanian Berbasis Indemnity yang dapat dibedakan menjadi dua yaitu Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi /Kerbau (AUTS/K)
  2. Asuransi Pertanian Berbasis Indeks (Asuransi Usahatani Padi Indeks Hasil Panen Padi Berbasis Area)
  3. Asuransi Usaha Tani Jagung
  4. Asuransi Bawang Merah
  5. Asuransi Tembakau, Kopi, dan Kakao (dalam tahap kajian)

Pelaksanaan program tersebut di atas telah dilakukan secara digital melalui aplikasi SIAP (Sistem Informasi Asuransi Pertanian).

Secara umum para peserta sosialisasi menyambut baik tawaran asuransi pertanian dari PT. Jasindo. Yang menjadi keluhan selama ini adalah mekanisme pencairan asuransi yang dirasa terlalu rumit. Mereka berharap bahwa mekanisme pencairan asuransi dibuat lebih sederhana sehingga memberikan kemudahan bagi petani.

Tinggalkan komentar